8 Tipe Pelanggan Counter Pulsa yang Pasti Kamu Kenal
Kalau sudah lama jaga counter, minimal tiga dari delapan ini pasti pernah mampir hari ini.
Jaga counter pulsa itu seninya ada di sini: setiap hari ketemu orang yang berbeda, dengan gaya beli yang berbeda-beda pula. Ada yang bikin senyum, ada yang bikin geleng kepala, ada yang keduanya sekaligus. Tapi bagaimanapun juga, mereka semua pelanggan, dan masing-masing punya ceritanya sendiri.
Berikut delapan tipe yang hampir pasti sudah kamu kenal.
|
1. Si Mepet Kuota |
|
Cirinya langsung kelihatan dari cara datangnya: setengah lari, langsung bilang "Kak/Bang, kuota tinggal dikit, yang paling cepat masuk apa?" Tidak ada basa-basi. Tidak ada tanya harga dulu. Yang penting beli, dan cepat. Sebenarnya pelanggan yang paling mudah dilayani. Sudah tahu mau beli, tinggal kasih rekomendasi yang tepat. Selesai transaksi pun langsung pergi, biasanya sambil buka HP sebelum keluar pintu. |
|
2. Si Tanya Semua, Beli yang Paling Murah |
|
Satu per satu paket ditanya harganya. Apa bedanya yang ini sama itu? Yang mana lebih worth it? Minta rekomendasi juga. Setelah penjelasan panjang lebar, jawabannya: "Yang satu itu aja deh." Pilihan paling murah dari daftar. Tidak ada yang salah dengan ini. Tapi kalau sudah hafal tipenya, counter owner biasanya bisa langsung arahkan ke pilihan yang pas tanpa perlu keliling semua daftar dulu. |
|
3. Si Langganan Setia |
|
Sudah langganan bertahun-tahun. Tahu nama yang jaga, kadang kenal sama yang jaga shift malam juga. Biasanya ngobrol dulu 10 sampai 15 menit sebelum akhirnya beli. Kalau tidak sempat ngobrol, rasanya kurang lengkap. Tipe ini jarang cari harga di tempat lain karena sudah nyaman dan percaya. Loyalitasnya yang bikin counter tetap ramai di tengah maraknya aplikasi top-up online. |
|
4. Si Beli Dikit-Dikit Berkali-kali |
|
Pagi beli 10 ribu. Siang balik lagi, 15 ribu. Sore mampir lagi yang 10 ribu. Satu hari bisa tiga kali ke counter yang sama. Total belanjanya sebenarnya lumayan, hanya saja tidak pernah sekaligus. Ada yang memang kebiasaan, ada yang karena tidak mau keluar banyak sekaligus. Counter yang stoknya selalu ada jadi favorit tipe ini karena mereka tidak mau cari alternatif saat butuh. |
|
5. Si Nembak Pas Mau Tutup |
|
Counter sudah hampir tutup, kursi sudah mulai dirapikan. Tiba-tiba ada yang datang, nanya paket yang agak ribet, minta dijelasin dulu, perlu konfirmasi beberapa kali. Baru selesai 20 menit kemudian. Sudah jadi bagian dari rutinitas jaga counter. Hampir semua counter owner pernah merasakannya, lebih dari sekali. |
|
6. Si Galau Paket |
|
"Menurut kamu yang mana lebih bagus, yang 7GB atau yang 10GB?" Sudah dikasih penjelasan. Sudah dikasih rekomendasi. Sudah hampir memutuskan. Tapi kemudian: "Nanti dulu ya." Dan pergi. Kadang balik, kadang tidak. Kalau balik, biasanya langsung beli tanpa tanya-tanya lagi. Sepertinya keputusan itu sudah dibuat sejak tadi, cuma perlu waktu sedikit lebih lama. |
|
7. Si Transfer Cek Berkali-kali |
|
Sudah transfer. Tapi tetap tanya: "Sudah masuk belum?" Dikasih tahu sudah, masih tanya sekali lagi untuk konfirmasi. Kadang minta screenshot bukti transaksi. Bukan karena tidak percaya, lebih ke kebiasaan. Counter yang bisa kasih konfirmasi yang jelas dan cepat biasanya langsung naik ke daftar favorit tipe ini. |
|
8. Si Komplain Tapi Balik Lagi |
|
Pernah ada masalah satu kali, dan counter owner ingat betul karena waktu itu cukup panjang ceritanya. Tapi minggu depan mereka muncul lagi. Beli lagi. Tidak banyak ngomong soal kejadian sebelumnya. Artinya: mereka sebenarnya percaya. Komplain bukan berarti tidak kembali. Justru kalau masalah diselesaikan dengan baik, loyalitasnya bisa lebih kuat dari pelanggan yang tidak pernah punya masalah sama sekali. |
Delapan tipe, delapan cara melayani yang berbeda. Yang namanya jaga counter, kemampuan baca situasi dan baca pelanggan itu sama pentingnya dengan stok yang lengkap dan transaksi yang cepat.